Eksepsi dan Pledoi Kuasa Hukum Tidak Dipertimbangkan Hakim, Terdakwa Pemda 2 Diganjar 18 Bulan

 Hukum

KARAWANG , – Majelis Hakim memvonis satu tahun enam bulan terhadap tiga terdakwa kasus pencurian di gedung pemda dua, putusan tersebut sama dengan tuntutan JPU, sedangkan eksepsi dan pledoi dari kuasa hukum terdakwa tidak dipertimbangan majelis hakim, Rabu (10/07/2019)

Melalui kuasa hukumnya Alek Safri Winando, SH., MH. Riyan Afrizal, SH., dan Aneng Winengsih SH, MH menyampaikan bahwa putusan dalam perkara pemda dua bahwa kliennya diganjar selama satu tahun enam bulan oleh majelis hakim. Eksepsi dan pledoi yang ia sampaikan kepada majelis hakim saat persidangan tidak dipertimbangkan sama sekali

“Putusan hari ini dalam perkara pemda dua setahun enam bulan, eksepsi serta pledoi kami tidak dipertimbangkan sama sekali” kata Alek, Rabu (10/07/19) usai sidang.

Padahal kata Alek, Hal hal yang berkaitan dengan perkara ini sudah disampaikan kepada majelis hakim melalui eksepsi dan pledoi begitu juga dengan barang yang mereka ambil sebesar 400 ribu rupiah tidak lebih dari itu.

“Hal hal yang berkaitan dengan perkara ini juga sudah disampaikan dalam eksepsi dan pledoi, kerugian yang mereka ambil sebesar 400 ribu rupiah” jelasnya.

Tuntutan satu tahun enam bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ternyata dikabulkan oleh majelis hakim sedangkan eksepsi dan pledoi tidak dipertimbangan oleh majelis hakim, menurut kami ini tidak adil seharusnya majelis hakim juga melihat berapa kerugian yang telah mereka ambil barang dari gedung pemda 2, dan mereka melakukan hal itu disebabkan mereka bekerja tidak digaji serta tidak pernah menerima uang hasil penjualan barang yang mereka ambil”, ungkapnya.

Merasa tidak adil, Pihak keluarga terdakwa melalui kuasa hukumnya akan melakukan banding karena putusan hakim cukup memberatkan “langkah kami akan mengajukan banding karena kami menilai putusan ini tidak adil dari pencari keadilan” pungkasnya.

(Dmn)

Author: 

No Responses

Leave a Reply