Garda Matahari Perkuat Resimen, Mengawal 72,10% Dukungan Muhammadiyah Kepada Jokowi-Amin

 Nasional, Organisasi

Foto: Azr/Muhammadiyah

JAKARTA , – Apapun bentuk capaian wajib disyukuri, termasuk trend pertumbuhan dukungan terhadap Jokowi-Amin khususnya di lingkungan Muhammadiyah.

Hal ini disampaikan Koordinator Nasional Garda Matahari Azrul Tanjung dalam menyikapi hasil survei Populi Center per Januari 2019 dengan hasil 54,10% Joko Widodo–KH. Ma’ruf Amin dan 31.00% Prabowo Subianto-Sandiaga Salahadin Uno. Sementara sisanya 14.90% tidak tahu/tidak jawab.

Menanggapi posisi dukungan Muhammadiyah kepada pasangan calon Jokowi-Amin yang mencapai 72.10%, Azrul yang juga kader Muhammadiyah ini menyampaikan rasa syukurnya seraya memadu padankan nalar gerakan dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan dengan visi Jokowi-Amin 2019-2024 Indonesia Maju.

Azrul Tanjung yakin trend pertumbuhan dukungan ini akan bergerak naik seiring dengan terbentuknya militansi resimen Garda Matahari yang bekerja dari rumah ke rumah. “seluruh kekuatan Garda Matahari bergerak siang malam ke tengah massa rakyat untuk memenangkan Jokowi-Amin simultan dengan upaya memerangi hoaks dan ujaran kebencian.

Kami hadir meluruskan berita hoak dan menetralisir ujaran kebencian yang bertendensi membenturkan sesama anak bangsa.

Demokrasi Indonesia tidak boleh mundur apalagi terluka hanya karena persitiwa politik 2019 ini. “Pemilu 2019 seyogyanya menjadi puncak konsolidasi demokrasi Indonesia dan itu hanya dapat dicapai jika kita semua bergembira dalam kontestasi April mendatang” ujarnya sambil menyampaikan tekadnya untuk terus menambah kekuatan personil resimen garda matahari sebagai gugus terdepan dalam pemenangan Jokowi-Amin.

Ketika ditanya tingkat kepuasannya terhadap hasil survei Populi Center di atas, Azrul Tanjung yang ditemui dalam rapat evaluasi kinerja resimen se Jawa Barat hari ini, meskipun merasa puas namun jangan membuat terlena, sebab semua masih cair serta gambaran lapangannya ada yang mendaki dan ada juga yang masih becek.

Kita nikmati aja perjuangan ini dengan bertumpu pada kata pengingat “Petani bekerja di sawah luas. Sawah di bajak tanah pun subur. Jangan terlena oleh rasa puas. Resimen berjuang di depan garis tempur” tutupnya dengan berpantun.

(Red/Azl)

Author: 

No Responses

Leave a Reply