Menko Polhukam: Pemilu Bukan Ajang Untuk Pemecah Bangsa

 Pemerintahan, Politik

Bawaslu Sumsel menggelar Apel Siaga pengawasan Pemilu 2019 dengan pembina Menko Polhukam Wiranto di Dinning Hal, Jakabaring Sport City, Senin (21/1)

PALEMBANG , – Bawaslu Sumsel menggelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2019 dengan Pembina Menko Polhukam RI Wiranto di Dinning Hall, Jakabaring Sport City (JSC), Senin (21/1/2019). Apel siaga tersebut diikuti Bawaslu Provinsi Sumsel, Bawaslu Kabupaten/Kota di Sumsel, seluruh panwascam di Sumatera Selatan, hingga pengawas Kelurahan dan desa di Sumsel.

Wiranto mengatakan, mengapresiasi panitia penyelenggara atas apel siaga se Sumsel yang dihadiri 4.450 anggota Bawaslu se sumsel. Sehingga meraih penghargaan Rekor Muri. “Ini yang pertama dan diharapkan bisa ditularkan ke provinsi lain,” ujarnya.

Wiranto mengungkapkan, kedaulatan ada di tangan rakyat. Proses demokrasi butuh dukungan untuk melaksanakan pilkada pileg dan pilpres.

” Pemimpin bekerja untuk rakyat dan pertanggungwabannya kepada rakyat.
Tersisa 86 hari lagi pemilu,” ucapnya.

“Jatuh bangunnya sebuah negara dilihat dari pemilu dengan memilih pemimpin yang bekualitas dan punya kompetensi. Harusnya rakyat betul-betul pahami pemimpin yg dipilih punya kompetensi dan kemampuan,” tambahnya.

Dia menuturkan, apel siaga artinya siap melaksanakan pengawasan. Pemilu bukan ajang untuk memunculkan konflik bukan ajang untuk pemecah bangsa. “Pemilu pesta rakyat harus bergembira menyambutnya. Mari jaga betul agar pemilu betul-betul jadi pesta demokrasi, bukan malah jadi konflik demokrasi. Indonesia negara paling demokratis sama dengan Swiss. Indonesia adalah negara tujuan investasi kedua setelah Filipina dan negara kesembilan teraman didunia, ” katanya.

Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto mengatakan, Apel siaga ini di ikuti 4.450 pengawas Pemilu di Sumatera Selatan, mulai dari Bawaslu Provinsi Sumsel, Bawaslu Kabupaten/Kota di Sumsel, seluruh panwascam di Sumatera Selatan, hingga pengawas Kelurahan dan desa di Sumsel.

” Apel di gelar dengan tujuan untuk memastikan kesiapan pengawasan kesiapan pengawas Pemilu menghadapi Pemilu 2019 yang tinggal 86 hari,” pungkasnya.

(RJ/Fndi/Yn)

Author: 

No Responses

Leave a Reply