Garda Matahari Serukan Istiqomah Konstitusi

 Politik

Azrul Tanjung Koordinator Nasional Garda Matahari

JAKARTA , – Indonesia hari ini adalah bentuk final darul ahdi wa syahadah sehingga pemilu yang sedang berjalan sekarang beserta hasilnya adalah produk hukum yang sah dari pemerintahan yang legitimate.

Darul ahdi dalam kerangka negara menjadi tempat kita melakukan konsensus nasional yang mengakomidir kemajemukan bangsa baik dalam perspektif SARA, golongan atau stratum sosial, teritorial dan daerah serta kekuatan sosial politik yang tumbuh dan berkembang di dalamnya.

Demikian juga darul syahadah artinya di negara inilah tempat kita mengukir prestasi, berbagi kebajikan dan mengisi amal shaleh untuk memberatkan timbangan pahala yang akan dipertanggunjawabkan di kehidupan abadi kelak.

Disinilah kita membangun negara yang maju, makmur dan adil bermartabat, Hal ini disampaikan Azrul Tanjung saat menerima rombongan Koorwil Garda Matahari Provinsi DKI Jakarta di markasnya Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Rombongan Korwil Garda Matahari DKI Jakarta yang dipimpin ketuanya, Darmanto, secara khusus mendatangi Markas Kornas Garda Matahari di Kwitang untuk melaporkan kondisi lapangan sekaligus menyampaikan pengaduan, masukan dan saran tindakan dari berbagai respon masyarakat yang dihimpun oleh resimen atas beredarnya video ajakan people power.

Azrul Tanjung dalam menanggapi laporan tersebut menyampaikan apresiasi, penghormatan dan terimakasih kepada resimen yang turut menjalankan cipta kondisi dalam bentuk kecermatan dan kepekaannya membaca tanda-tanda dini masalah sosial di lingkungannya serta dengan cepat melaporkan kepada struktur satu tingkat di atasnya.

Kornas Garda Matahari ini meminta kepada seluruh jajarannya agar tetap berpikir jernih dan bertindak proporsional. “Jika kita menganggap materi video tersebut keliru maka jangan tangapi dengan cara keliru.

Jangan hanya karena nafsu dan sikap kalap segelintir manusia menggelincirkan rakyat berjuta-juta.

Serahkan kepada aparat hukum yang menyelesaiannya” imbuhnya seraya menegaskan larangan memobilisasi pasukan tanpa komando.

Potensi kader penggerak Garda Matahari khususnya DKI Jakarta beserta daerah penyangga Bekasi, Bogor dan Tanggerang berjumlah 47.348 personil.

Jika melibatkan 10 personil kader pelopor yang menjadi unsur meletak pada diri setiap personil resimen maka untuk penugasan cipta kondisi regu gerak cepat kami bisa mencapai 521 personil. Azrul Tanjung, yang juga pimpinan Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah ini, mengingatkan untuk bersabar menunggu keputusan KPU sebagai lembaga berwenang dalam pembuatan opini dan penetapan hasil politik elektoral di negara ini.

Kelak jika ada pihak yang merasa tidak puas disarankan menempuh penyelesaiannya secara hukum.

Kita harus istiqomah menempuh penyelesaian masalah dan konflik pekentingan ini melalui jalur konstitusi. Kalau menginginkan perubahan maka tempuhlah secara konstitusional. Mari bersama-sama menjaga kondusifitas kegembiraan pemilu ini.

Jangan ada yang mencederai keindahan bingkai demokrasi yang telah direnda dengan senyum sumringah oleh seluruh rakyat Indonesia.

Seharusnya masa penantian keputusan KPU ini lebih banyak dihiasi rasa syukur kepada Allah SWT dan mejahit kembali semangat yang sempat tercederai akibat perbedaan sebelum hari pencoblosan.

“mari bergandengan tangan dan satukan potensi menjadi kekuatan bersama untuk menuntun negeri indah ini menjemput takdir sejarahnya sebagai bangsa besar…” ajak Sekretaris Jenderal Kornas Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.

(Umr/Wnz)

Author: 

No Responses

Leave a Reply