Menimba Pahala Dari Bijak Dalam Rumah Tangga Menurut Pandangan Islam

 Religi

Gambar Bunga Penikahan ( foto sumber Google )

Dalam ajaran Islam sangatlah jelas, baik yang tercantum didalam firman Allah maupun diberbagai hadis Rosul. Sebagai mana Islam sendiri memberikan perintahnya kepada setiap muslimah agar senantiasa selalu taat kepada suaminya. Tetapi hal itu bisa dilakukan selagi apa yang dipinta oleh sang suami masih dalam aturan sari’at Islam.

Bagai mana sikap seorang muslimah kepada orang tuanya setelah bersuami?

Tentu saja seorang Muslimah setelah menikah haruslah selalu taat dan berbakti terhadap suaminya. Setelah ijab qobul mempunyai arti bahwa seorang suami telah meng ambil alih semua tanggung jawab istrinya dari orang tuanya.

Akan tetapi bukan berarti seorang muslimah setelah menikah harus melupakan orang tuanya, atau lepas tanggung jawab terhadap orang tua, tetapi ia masih tetap harus berbakti serta ia tetap masih jadi anak dari orang tuanya, sebagaimana orang tua telah sangat besar jasanya pada kita sejak dari kandungan dan tidak akan pernah terhitung seberapa besar dan banyaknya.

Sekalipun anaknya telah menikah sebagai orang tua ia tetap masih membutuhkan anaknya serta bersetatus sebagai orang tua. Untuk itu seorang muslimah yang berahlak baik, terhadap orang tuanya tidaklah berubah dan tetap harus menghormatinya.

Kadang ada anak perempuan setalah bersuami melupakan orang tuanya padahal orang tua harus tetap dihargai sebagai mana mereka memberikan kasih sayang yang tulus kepadanya. Diantaranya dengan tetap silaturahmi dan menjalin komunikasi dengan baik. Bukan hanya ketika sebelum menikah , setelah menikahpun tetap berkewajiban ber silaturahmi terhadap orang tuanya walau sebagai manapun sibuknya mengurus suami dan keluarganya. Sebagai mana di jelaskan dalam Qs An – Nisa. ayat 1.

Menikah bukanlah satu alasan untuk memperlakuakan orang tua dengan buruk, apalagi sampai menimbulkan rasa sakit dihati orang tua oleh perilaku kita. Islam mengajarkan pada kita berkewajiaban ber buat baik, bukan saja kewajiaban orang tua terhadap anak akan tetapi sebaliknya merupakan juga kewajiban anak yang tetap harus dipenuhi , sebagai mana di maksud dalam Qs Al-Israa ayat 23/24.

Seorang muslimah yang bersuami tetap terkena oleh perintah Islam agar bersilaturahim dan menyambung tali persaudaraan kepada semua orang yang memiliki hubungan nasab . Sebagai orang tua tentu saja akan merasa senang jika anaknya yang telah berumah tangga dan terpisah jauh dari dirinya selalu mengunjunginya. Kemudian juga bagi seorang suami hendaknya berusaha membantu istrinya dalam hal kebaikan semacam ini.

Seorang suami yang baik tidaklah boleh dengan sengaja memutuskan tali silaturahmi antara istrinya dengan orang tua serta saudara – saudaranya. Seorang suami tidak boleh melarang istrinya bersilaturami. Suami juga harus tetap menjaga kemuliaan atau nama baik istrinya di hadapan orang tua serta saudara – saudaranya.

Dengan demikian suami haruslah menyadari bahwa selain kewajiban istri harus berbakti terhadap suami , seorang istripun berkewajiban berbuat baik dan berbakti terhadap orang tua serta saudara – saudaranya. Dengan demikian keharmonisan masing – masing akan tetap terjaga.

Saling bemberi dukungan dalam hal kebaikan adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam sari’at Islam sebagaimana Baginda Rosul telah memberikan contoh kepada semua umatnya.

wnz ( renungan Islami )

Author: 

No Responses

Leave a Reply