AKBP Dr. Rusman: Penanganan Limbah B3 Infeksius Dalam Perspektif Gakkum

 Hukum, Kesehatan, Seputar Jabar

Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Barat menggelar seminar, Sabtu (12/1)

BANDUNG , – Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Barat menggelar seminar sehari mengangkat tema ” Implementasi Manajemen Limbah Infeksius, Dalam Perspektif Pemenkes No. 27 Tahun 2017 “, bertempat di Poltekkes Jalan Pajajaran No.56 Bandung, Sabtu (12/1/2019).

Kegiatan seminar sehari ini di ikuti oleh 237 Orang peserta, terdiri dari para Perawat, Manajemen pengelola Rumah Sakit, Akedemisi dan Mahasiswa, dengan menghadirkan nara sumber yaitu, AKBP Dr. Rusman, S.H., M.H Mewakili Dirkrimsus Polda Jabar dengan materi penanganan limbah infeksius dari perspektif Gakkum, Drs. Tulud Sibea Kabid limbah sampah DLH Provinsi Jabar, Wardanela Yunus CVRN, S.Km., M.M dari pengurus Perawat Nasional Pusat dan Wawan Arif Sarana SKP., M.M, RS sebagai moderator.

Limbah Infeksius sangat berbahaya sehingga dapat menimbulkan penularan bibit penyakit dari orang yang terinfeksi (pasien) kepada orang lain yang berhubungan denganya, artinya orang-orang yang terlibat dalam kegiatan medis perlu memperhatikan cara penaganan limbah medis berbahaya yang dikenal dengan istilah pemberantasan infeksi silang.

limbah berbahaya dan beracun itulah yang di sebut limbah B3. limbah B3 Infeksius adalah bahan-bahan yang pembuatan, pengangkutan, penyimpanan, penggunaan dan pembuangan limbah dapat melepaskan debu, partikel, gas, serat radiasi, yang meninbulkan iritasi , korosif, keracunan, kebakaran, ledakan, cacat, kematian serta kerusakan harta benda dan lingkungan hidup.

Limbah Infeksius adalah limbah yang dicurigai mengandung bahan patogen contoh kultur laboratorium, limbah dari ruang isolasi, kapas, materi peralatan yang tersentuh pasien, yang terinfeksi ekskerta yang meliputi limbah medis dan non medis.

pengelolaan limbah infeksius meliputi : pemisahan limbah, penyimpanan limbah, penanganan limbah, pengangkutan limbah, pembuangan limbah, dengan berpedoman dan mengimplementasikan Permenkes No 27 tahun 2017.

AKBP Dr. Rusman, S.H., M.H

AKBP Dr. Rusman S.H.,M.H menyampaikan pandangan dari segi Perspektif Gakkum . Bahwa peran Polri dalam penanganan limbah infeksius sejalan dengan tupoksi Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, dalam rangaka kamtibmas dan penegakan hukum.

Selanjutnya memberikan inpormasi masukan dan saran tindak bilamana ditemukan adanya keluhan masyarakat yang sipatnya sengketa maupun pelanggaran hukum, hal ini dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kepatuhan pengelolaan limbah B3 maupun penanganan limbah infeksius, penegakan hukum TP LH, dilakukan oleh penyidik Polri dan PPNS kementrian LHK, dengan berimplementasi terhadap pelanggaran limbah B3, baik secara legalitas(penal) maupaun non legalitas (non penal), Ungkapnya.

” Prosedur administrasi dilakukan langsung oleh pemerintah tanpa melalui peradilan (preventif represif nonjustial), sedang penerapan sangsi pidana harus melalui peradilan (justisial), kewajiban dalam pengelolaan limbah B3, diatur didalam pasal 59,60,102,103, UU no 32 TH 2009 “, Jelas Dr.Rusman.

Selanjutnya AKBP Dr. Rusman juga memberikan penegasan bahwa Pembuktian Gakkum pelanggaran/TP dibidang Lingkungan hidup , yaitu:
1. Pembuktian dalam penegakan hukum.
2. Terhadap pelaku pelanggaran/TP dibidang LH/limbah B3 juga mengacu ke Pasal 184 KUHP.

Diharapkan dalam penegakan hukum dibidang LH yang dituntut masyarakat, saat ini bukan sekedar kualitas moral, tetapi terutama kualitas penegakan hukum secara meteril atau subtansial, tegaknya nilai kebenaran, keadilan dan kepercayaan antar sesama, (tidak ada penyalah guanaan kekuasaan atau kewenangan) bersih dari pratek pilih kasih, KKN dan mafia peradilan, serta tegaknya kode etik atau kode Profesi, adanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa, Pungkasnya.

(Umar/Wawan)

Author: 

No Responses

Leave a Reply