Bayi 3 Bulan di Cianjur Tewas, Ibu Kandung Jadi Tersangka

 Hukum, Seputar Jabar

BANDUNG , – Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyantodi S.I.K., S.H. M.Hum. didampingi Wakapolres Cianjur, Kabag Ops, KBO Sat Reskrim, Kasi Propam dan Paur Humas Polres Cianjur menggelar konferensi pers kasus pembunuhan bayi berumur 3 bulan bernama Nrs dan menetapkan YN sebagai tersangka bertempat di Markas Komando Polres Cianjur Polda Jabar, Minggu (29/9/2019).

“Kejadian yaitu pada hari Sabtu tanggal 28 September 2019 sekitar jam 09.00 WIB, bertempat di Kp. Cisuren Rt. 003 Rw. 005 Ds. Sukagalih Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur. Pada saat tersangka YN bin JD akan memandikan korban (anak kandungnya sendiri), pengakuannya korban pada saat itu terus menerus menangis sehingga membuat tersangka kesal dan pada saat juga tersangka teringat dengan perbuatan suaminya diduga selingkuh pada saat korban berumur 7 bulan di dalam kandungan,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., dalam keterangan tertulisnya kepada reportasejabar, Minggu (29/9).

Karena merasa kesal dan sakit hati, ujar Kombes Pol Trunoyudo tersangka yang semula akan memandikan korban kemudian memasukan korban yang terus menangis ke dalam bak mandi ukuran panjang 1,5M x lebar 1M x tinggi 1M yang telah penuh terisi air dengan posisi terlentang lalu dengan sengaja meninggalkannya sehingga tenggelam dan meninggal dunia, ujarnya.

Korban bayi 3 bulan itu pertama kali diketahui Mae (51) pulang ke rumah sesampainya di rumah, Mae langsung pergi ke kamar mandi yang berada disamping rumah dengan maksud untuk membersihkan diri sebelum masuk kedalam rumah. Namun ketika berada di dalam kamar mandi, Mae melihat ke dalam bak ada sesuatu yang mengambang yang awalnya diduga adalah boneka, akan tetapi pada saat diperhatikan lebih dekat terlihat sesuatu tersebut mirip dengan bayi dengan posisi telungkup dan selanjutnya saksi awal awalnya Mae langsung mengambil korban dan memeluknya kemudian berteriak untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar, ungkapnya.

Atas perbuatan tersebut pelaku dijerat dengan pasal 80 Ayat (3) dan Ayat (4) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Rl No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Juncto Pasal 338 KUHPidana.

Ancaman hukuman Pasal 80 Ayat (3) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak: diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.3.000.000.000.(tiga miliar rupiah)

Pasal 80 Ayat (4) UU Rl No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Rl No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak: pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya. Pasal 338 KUHPidana diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun, pungkasnya.

(Umr/Wnz)

Author: 

No Responses

Leave a Reply