INA-BAN Mendorong Adanya Perda Yang Melarang Penggunaan Asbes Untuk Bangunan

 Seputar Jabar

Indonesia Ban Asbestos Nerwork (INA-BAN) Mendorong Adanya Perda yang melarang penggunaan asbes untuk bangunan di Kota Bandung , Minggu (30/9)

BANDUNG , – Untuk mencegah bahaya material asbes, Indonesia Ban Asbestos Network (INA-BAN) mendorong adanya Perda yang melarang penggunaan asbes untuk bangunan di kota Bandung.

Terkait pembuatan Perda, Kordinator INA-BAN Firman Budiawan mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan DPRD Kota Bandung. Dan saat ini Perda tentang bangunan sedang dalam tahapan pembahasan draf.

” Draf sedang dibahas. Titik fokus kita dalam Perda tersebut asbes masuk dalam material yang dilarang untuk bangunan karena termasuk material berbahaya,” ujar Firman disela acara sosialiasasi bahaya asbes di Car Free Day Dago, Bandung, Minggu (30/9/2018).

INA-BAN sendiri sejak tahun 2010 sudah melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk peduli terhadap dampak buruk penggunaan asbes.

Sementara itu dikatakan Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bandung Rediana Awangga pemerintah sudah mengetahui bahaya asbes dan harus melakukan tindakan pencegahan.

” Ternyata dari beberapa aturan yang saya pelajari pemerintahpun sudah mengetahui salah satunya ada Undang -Undang bahan baku berbahaya disana mengatakan bahwa asbes iru termasuk bahan B3, bahan berbahaya, ” bebernya.

Khusus di kota Bandung, lanjut pria yang akrab disapa Awang ini material asbes sudah disepakati masuk dalam Perda Bangunan Gedung dengan kategori bahan baku berbahaya yang dilarang penggunaannya.

” Secara lisan sudah disepakati ada klausul pelarangan bahan baku berbahaya untuk bangunan gendung. Bahan baku Asbes bisa masuk dalam pasal penjelasan atau pasal yang secara langsung menyebutkan bahan baku berbahaya itu apa saja, ” jelasnya.

Untuk mematangkan Perda tersebut pihak DPRD juga akan berkonsultasi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai informasi jenis-jenis bahan baku yang masuk kategori berbahaya.

“Kita konsultasi dengan Kementrian lingkungan hidup untuk mendapat informasi yang menyeluruh. Selain asbes bahan baku lain yang berbahaya apa,” tandasnya.

Rencananya bulan Oktober ini Perda Bangunan Gedung akan dibahas dalam rapat paripurna. Selanjutnya jika sudah diterapkan Perda akan memprioritaskan pelarangan penggunaan asbes pada bangunan publik seperti gedung sekolah, rumah sakit, gedung pemerintah, mall dan lainnya.

Pelarangan Asbes

Saat ini lebih dari 60 negara telah menerapkan aturan pelarangan penggunaan asbes. Ironinya Indonesia menjadi salahsatu konsumen asbes terbesar didunia.

Berdasarkan data BPS tercatat impor asbes Indonesia dari tahun 2007 samoai 2017 mencapai 1.628.717 ton. Dan Bandung meruoakan kota terbesar ketujuh di Indonesia dalam penggunaan asbes, dengan persentase 10,47 persen.

Menurut Firman material asbes berbahaya karena dapat menyebabkan kanker. Namun demikian bahaya yang ditimbulkan asbes tifak akan langsung dirasakan.

” Orang yang terpapar debu asbes akan menderiata kanker paru-pary berselang 15 sampai 20 tahun setelah terkena paparan, ” ujarnya.

Tahun 2010 , laporan International Consortium Of Investigative Journalist (ICIJ) menyebutkan bahwa tahun 2030 akan terjadi booming korban asbes.

Dijelaskan Awang tindakan pencegahan harus disertai dengan solusi pengganti bahan asbes.

Anwar Kusmana wargajalan Kuningan, Antapani, Kota Bandung mengaku setelah tahu bahaya asbes dirinya mendukung adanya larangan penggunaan asbes.

” Kita ngedukung kalau untuk kesehatan tapi penggantinya apa karena asbes itu murah dan masangnya gampang, ” ujarnya.

Menurut Awang, pemerintah sudah harus mensosialisasikan bahaya asbes kepada. Disebutkannya masyarakat kalau tahu unyuk kesehatan pasti mendukung tapi disamping pencegahan, harus ada solusi pengganti asbes.

” Pemerintah sebaiknya sudah mukai sosialisasi bahaya asbes ke masyarakat. Dan apa bahas subtitusi untuk menggati produk tersebut,” pungkasnya.(Rcky/Yd)

Author: 

No Responses

Leave a Reply