Korupsi Dana Klaim BPJS, 2 Orang Ditetapkan Tersangka

 Hukum, Seputar Jabar

Kabid Humas Polda Jabar Adakan Konferensi Pers Didepan Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar Selasa 6/8/2019

BANDUNG – Dua orang mantan Bendahara UPT RSUD Lembang ditetapkan sebagai tersangka lantaran dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana klaim BPJS, di unit Pelayanan Teknis (UPT) RSUD Lembang Periode 2017 – 2018. Pelaku merupakan mantan Kepala dan bendahara UPT masing – masing ; dr OH , Jln Gegerkalong Residence Blok A 8 Rt. 003/008 Kel. Gegerkalong Kec. Sukasari Kota Bandung dan MS, Kp. Andir No. 19 Rt 001/005 Desa Gudang Kahuripan Kec .Lembang Kab. Bandung Barat, ‘ Ungkap Wadirreskrimsus Polda Jabar dalam konferensi pers , selasa 6/8/2019.

Wadirreskrimsus Polda Jabar AKBP Hari Brata : Bahwa keduanya diduga menyalahgunakan klaim BPJS selama satu Tahun, dengan total Rp 11.4 miliar, ” ungkapnya.

Hal ini diketahui dari audit Rumah Sakit, Uang BPJS itu yang seharusnya disetorkan ke kas Daerah malah di gelapkan oleh keduanya , ” Ujarnya.

Pada periode 2017, pihak UPT RSUD Lembang mengklaim dana BPJS sebesar Rp 5.5 miliar secara bertahap, kemudian untuk periode awal 2018 – September 2018 juga diajukan pula secara bertahap sebesar Rp 5.8 miliar.

Dengan demikian jumlah dana Klaim BPJS RSUD Lembang dari 2017 – September 2018, yang masuk kerekening RSUD Lembang adalah sebesar Rp 11.4 miliar. Setelah masuk rekening, RSUD Lembang seharusnya menyetorkan uang tersebut ke Kas Daerah KBB, sebagai pendapatan dalam APBD KBB, namun sebagian besar dana tersebut telah diselewengkan , ” Jelasnya.

Dari angka tersebut hanya 3,7 miliar yang disetorkan ke Kas Daerah, sedangkan sebesar 7,7 miliar sisanya malah digunakan untuk kepentingan pribadi.

Uang hasil penggelapan BPJS mereka ada yang di belikan rumah, Tanah diwilayah kota Jambi, tas mewah dan guci. Kita sudah lakukan penyitaan di Jambi , ” Tegasnya.

Selanjutnya Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko S.I.K., mengatakan bahwa dalam kasus ini Negara dirugikan sebesar Rp 7,7 miliar.

Pihaknya akan lakukan koordinasi dengan Ditreskrimsus agar kasus ini segera dilimpahkan ke KejaksaanTinggi Negeri ( Kejati ) , ” Kata Kabid Humas.

Seterusnya tahap dua minggu ini akan dilaksanakan penyerahan tersangka serta sejumlah barang bukti, ” tandasnya.

Pasal yang akan dipersangkakan yaitu pasal 2,3 dan Pasal 8 UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 dan 64 ayat 1 KUHP, ” Pungkasnya.

( Umr/Wnz/syam )

Author: 

No Responses

Leave a Reply