Median Jalan Cileunyi-Garut, Diduga Tempat Simpan Meja Bangku Oknum PKL

 Seputar Jabar

Median jalan Celeunyi-Garut di depan PT Kahatex diduga tempat penyimpanan meja bangku oknum PKL, Sabtu (12/1)

SUMEDANG , – Para pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang diwilayah ruas jalur Cileunyi -Garut , tepatnya didepan PT Kahatex, dimana masuk ke Wilayah Kecamatan Jatinangor, diduga setelah selesai berjualan mereka menyimpan meja/bangku alas daganganya dimedian jalan dan menempelkan bangku/meja tersebut ke pohon dimedian jalan tersebut serta dikunci dengan menggunakan rantai lalu gemboknya disatukan ke pohon, Sabtu (12/01/2019).

Yuli Handika sebagai Kasie Pol PP Kecamatan Jatinagor mengatakan kami sangat memahami kondisi tersebut, sebagaimana kebijakan muspika Kecamatan Jatinangor, sementara para PKL ditempatkan diatas selokan yang berada diatas selokan depan PT Kahatex dan para pedagang tidak melakukan aktivitas dibahu jalan karena berdampak kemacetan Lalin, serta setelah selesai berdagang tidak ada meja atau gerobak yang disimpan dilokasi.

Hal ini sudah disepakati oleh para pedagang dan koordinator PKL, sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, jika pedagang tidak mematuhinya pihak kecamatan akan melaporkan ke satpol PP Kabupaten Sumedang.

” Seperti arahan camat juga berkoordinasi dengan pengelola PKL (dikarenakan urusan perut), diharapkan agar timbul rasa kesadaran dan tanggung jawab pengelola PKL menjaga kebersihan, namun bilamana tidak bisa dikendalikan akan ditertibkan keseluruhan serta penindakannya memerlukan personil yang cukup, sementara anggota Pol PP Jatinangor terbatas hanya ada 4 orang”, Tegas Yuli.

Sementara hal berbeda di ungkapkan oleh Camat Jatinangor Syarif Efendi Badar, S.Sos., M.Si, kaitan dengan penyimpanan barang-barang dimedian jalan itu, bahwa lokasi berada diperbatasan Kabupaten Bandung dan sumedang, dimana median dan jalan tersebut merupakan kewenangan Provinsi.

” Keberadaan PKL dimedian jalan tersebut pihak kami tidak mengetahui siapa dan darimana asalnya, karena sepanjang pengetahuan kami , Kecamatan sudah melakukan penertiban”, Kata Syarif.

Kepala Bagian Umum PT Kahatex Luddy ketika ditemui media menegaskan kami sendiri tidak pernah mengijinkan para pedagang berjualan didepan kawasan pabrik kami, itu semua setahu saya atas kebijakan dari muspika Kecamatan Jatinangor, akan tetapi soal kemacetan yang terjadi, walau para PKL sudah ditempatkan diatas selokan PT Kahatex, kemacetan tetap terjadi, tinggal bagaimana pihak pemerintah membantu merelokasikan para Pkl tersebut, pungkasnya .

(Asp/Sm/Ndn/Sp)

Author: 

No Responses

Leave a Reply