Terkait Tarif Kargo, Anggota Komisi IV DPR RI Minta Komisi Pengawas Persaingan Usaha Turun Tangan

 Uncategorized

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Sumsel Wahyu Sanjaya saat menerima audensi asosiasi trevel agen Indonesia Sumsel di Kopi Tim Rajawali Palembang, Minggu (13/1)

PALEMBANG , – Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Sumsel Wahyu Sanjaya meminta seluruh maskapai penerbangan untuk mematuhi ketetapan tarif harga atas sesuai dengan Pasal 127 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

Hal tersebut dikatakan Wahyu saat menerima audensi asosiasi trevel Agen Indonesia Sumsel di Kopi Tiam Rajawali Palembang, Minggu (13/1/2019) menyikapi kenaikan harga tiket pesawat hingga 2 kali lipat dari harga biasa diluar harga bagasi.

Wahyu minta kepada seluruh asosiasi travel agent yang ada di Sumsel untuk mengirimkan surat ke DPR RI. “Kita dari Komisi VI yang memang berhubungan dengan BUMN anak mengawal persoalan ini. Bahkan kita akan minta Komisi Pengawas Persaingan Usaha untuk mengawasi persoalan ini jangan sampai terjadinya kartel yang bisa menjadi monopoli,”ungkapnya.

Menurut Wahyu, naiknya harga tiket pesawat ini diduga berawal dari diakuisinya saham Sriwijaya Air sehingga dengan otomatis di Indonesia hanya ada 2 maskapai yakni Garuda dan Lion Air. “Kita tidak ingin dugaan kartel itu terjadi, makanya kita minta Komisi Pengawas Persaingan Usaha untuk memplototi persoalan ini,”ucapnya.

Persoalan lain yang juga diminta diawasi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha yakni travel online yang bisa memberikan diskon hingga Rp 500 ribu untuk pembelian tiket pesawat kepada masyarakat yang menggunakan jasanya. “Ini kita juga bingung, disaat yang lain mengeluh karena harga tiket melambung, travel online justru bisa memberikan diskon. Pihak maskapai harus memberikan penjelasannya tentang hal ini,”tegasnya

Wahyu juga berharap personal ini harus segera diatasi dan jangan sampai berlarut larut karena efeknya bisa menimbulkan tutupnya travel Agent. “Nah, jika banyak travel agent tutup pasti akan banyak pengangguran dan bukan hanya di Sumsel tapi diseluruh Indonesia karena karyawan trevel agent itu pasti banyak sekali,”jelasnya.

(Fnd)

Author: 

No Responses

Leave a Reply